Tampilkan postingan dengan label Lirik Lagu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lirik Lagu. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Oktober 2023

progress

Aku pernah melewati masa kesyukuran yang luar biasa, di dua titik kehidupan yang sangat kusadari. Tidak seperti ketika baru lahir, rasa syukur yang muncul begitu jelas seakan aku bisa melakukan apapun untuk membayar apa yang Tuhan berikan padaku saat itu. Masa itu adalah ketika aku menikah dengan Alif, dan ketika aku selesai melahirkan Mari. Pada saat itu rasanya aku rela apa yang ada padaku diambil demi apa yang Tuhan berikan padaku lewat Alif dan Mari.

Tentu saja aku melewati rasa gelisah yang parah di perjalanannya. Di perjalanan pernikahan bersama Alif, dalam berusaha melebur dengan kepribadiannya, berusaha membangun pernikahan yang ideal bagi masing-masing satu sama lain, terasa meremukkan tulang dan membakar kulit. Seakan jika semuanya hancur dan berakhir, maka aku tidak punya apa-apa lagi dan lebih baik aku mati. Seakan dia adalah satu-satunya yang aku punya di dunia ini, dan tanpanya aku kehilangan tujuan. Tuhan berusaha mengajariku bahwa tidak seperti itu caranya mencintai. Benar bahwa aku begitu mencintai Alif, sehingga mungkin aku kebingungan bagaimana mengekspresikan perasaanku kepadanya. Karena itu aku menyakiti dia dan diriku sendiri, padahal aku mencintainya. Mungkin pula aku terlalu tenggelam dalam perasaan cinta yang dalam, sehingga aku melupakan banyak hal. Tuhan menegurku dengan banyak cara, dan mengizinkanku menyadari kesalahanku.

Aku masih perlu banyak belajar mencintai dengan benar, yang dengan senang hati ingin kupelajari. Saat ini aku sadar bahwa yang paling harus dan ingin kuberikan kesan adalah Dia yang memberikanku nikmat selama ini. Di atas segala omong kosong kadaluarsa yang pernah kukoarkan tentang kesetiaanku pada Tuhan yang masih naif saat itu, aku ingin membetulkan lemari penyimpanan informasi dan pelajaran yang ada di kepalaku. Membersihkan sistemnya dari virus yang melemahkan dan menggerogoti. Aku ingin kembali pada diriku yang dulu dengan lebih bijak dan dewasa. Aku ingin lebih diam dari aku yang dulu. Aku ingin berhenti bicara sebelum kata-kataku kupertimbangkan dengan benar dan tidak ingin lagi menyakiti orang lain (dan diriku sendiri). Meskipun aku sadar bahwa aku masih belum menguasai semua kebijaksanaan dan keterampilan untuk tidak menyinggung dan menyakiti orang lain, setidaknya aku semakin berkembang dari aku yang dulu.

Aku ingin semakin sadar, semakin berisik di dalam pikiran (dengan suara-suara pertimbangan, bukan melebih-lebihkan kenyataan di sisi negatif), semakin sunyi di mulut, dan semakin aktif mengukir pikiran dan perasaan lewat tulisan dengan lebih bijak dari sebelumnya. Mungkin, aku telah menemukan apa yang harus kulakukan di dunia ini. Peran apa yang akhirnya kuambil dan bagaimana aku harus mengambilnya. Kebimbangan yang dulu pernah memenuhi pikiran diangkat satu persatu sehingga aku semakin yakin. Semua pemicunya adalah keberadaan Alif dan Mari. Mereka berdua adalah unsur paling penting di kehidupanku saat ini (dan juga mamahku). Karena itu aku akan melakukan apa pun yang perlu dan baik untuk mempertahankan apa yang perlu kupertahankan.

Jika ada orang yang mengatakan bahwa aku menghabiskan waktu dengan orang yang salah atau mengajakku menyesali apa yang kutinggalkan demi kehidupanku yang sekarang (kehidupan yang katanya lebih di bawah kehidupanku yang sebelumnya), aku bisa dengan yakin menjawab bahwa apa yang pernah kulewati sebelumnya mengubahku menjadi lebih bijak, bahwa apa yang kujalani sekarang sesungguhnya lebih berarti dan bermakna, dan bahwa aku semakin jauh dari kebimbangan. Jika ada orang yang mengatakan bahwa aku bicara omong kosong, bahwa aku hanya sedang di fase manik, aku sadar bahwa ketika aku sedih dan putus asa, pikiran jelekku kembali datang. Bedanya dari yang dulu adalah ketika fase depresi datang, aku semakin tangguh untuk memanjat sendiri keluar dari lubangnya, tanpa berteriak meminta tolong lagi dari orang-orang di sekitar. Aku bahagia sekali dengan perubahanku yang sekarang, dengan kemampuanku yang kudapati karna bertahun-tahun mengendap di fase depresi yang panjang tanpa diketahui orang lain. Aku bahagia dengan kemandirian psikis yang aku dapat dari pergulatanku yang panjang dengan diriku sendiri. Jadi, jika ada yang ingin mengajakku menyesali semua yang terjadi (termasuk diriku sendiri), akan kutendang mereka semua dengan lebih santun dari sebelumnya.

Tidak, Levi tidak menjadi orang lain, Levi berkembang, Levi mendewasa dan membijak. Dia menjadi versi lebih canggih dari versi yang sebelumnya masih naif. Belum lebih canggih dari versinya di masa depan, tentu saja, tapi setidaknya dia terus berkembang, seperti teknologi yang ada sekarang, semakin berkembang setiap menitnya. Manusia (atau jika kita membandingkannya dengan teknologi) dengan segala karakternya tidak seharusnya berhenti di satu titik perubahan. Seakan-akan ada titik akhir mutlak yang memberhentikan kita dari perjalanan mendewasa. Selama kesadaran masih bertahan, tidak ada titik akhir dalam mendewasa. Kita tidak berubah menjadi orang lain, kita mengupdate sistem lama diri kita menjadi lebih canggih.

Karena itu kubiarkan diriku berusaha sesuai kemampuanku saat ini untuk terus menyerap unsur perubahan ke arah yang benar, untuk tidak membuat kerusakan di muka bumi dan di dalam diri sendiri, untuk semakin takjub dengan Tuhan dan apa yang diciptakanNya, untuk memberikan sesuatu yang baik dan manfaat yang bisa kuberikan pada dunia. Berubahlah, menangislah sebentar, bangkitlah semakin cepat, bergeraklah semakin stabil dan seimbang. Semoga saja pada akhirnya kita sampai pada kelegaan luar biasa, di tempat peristirahatan kita di surga abadi.


Minggu, 21 Mei 2017

Breathless

What are you searching for? Where are you going?

In my sleep, I see a figure I think I remember from somewhere and try to chase after them
When I wake up from my dream, I can't recall who it was  In the gaps of this falling broken time, I'm just wandering aimlessly
These feelings that I let pour out, they won't reach anyone anymore
If even loneliness is fated for me
Then hold my trembling heart tightly

My whole body is crying out As if it were lost in an infinite maze
With memories full of cracks and scratches, I'm wandering until I reach the end of this sadness
Whether in a world without lies Or an era that doesn't exist anywhere
I want to make certain of this DNA that's engraved only into me
Keep searching for the figure of yourself who is struggling and shouting out, trying to live

Before I knew it, my tears had dried up Even the pain that'd been blocked out starts to ache
It's only you that I won't let go of again
Please never disappear Even if your promise is a short-lived one, I'll just hold on to the warmth in my hands

In an endless, deep darkness, unable to touch anything
As long as the memories between only the two of us won't change... Please promise me that
Even if wishes don't come true Even if the world has no answers for you
To love someone or not, that alone is something your DNA decides
I want to strongly burn that smile of yours into my memory for when I look back Even if it's just an illusion

Hidden from yourself, there's another you inside, whispering something to you
"There's only one thing you're searching for..." These hands are telling me the truth

My whole body is crying out As if it were lost in an infinite maze
With memories full of cracks and scratches, I'm wandering until I reach the end of this sadness
Whether in a world without lies Or an era that doesn't exist anywhere
I want to make certain of this DNA that's engraved only into me
Keep searching for the figure of yourself who is struggling and shouting out, trying to live

By Arashi (Breathless)

From http://yarukizero.livejournal.com/139429.html

Sayonara no Ato de

Goodbye for now... This is goodbye...

One by one 
One by one 
All the worlds we saw together
They get swallowed up by everyday life, leaving behind sadness

Many “what ifs” are still following me around
No matter how I try to order the words, you're not here

In a corner of this lively city, there is a me that can't do anything
Getting nowhere, I'm just wearing myself out 
My heart's still shaking
White breath escapes in a sigh 
I can't even remember your warmth
Worn out searching for an answer that shouldn't even be given,
I fall asleep again today

A little more 
If I wish that I want to be a little stronger
Every time I do, I'll just be made to realize how much of a coward I am

Each memory might change shape
But I want to keep believe that what you said wasn't a lie

No matter how much time passes, you're unforgettable
Carrying my distorted heart in my arms, it's still aching
The dreams we saw back then are leaving me 
My voice calls out, growing hoarse
Aimlessly wandering, unaware of the tears that gently fall down

The world has stopped since that day
What should I have told you? Even now, I don't know

No matter how much time passes...

In a corner of this lively city, there is a me that can't do anything
Getting nowhere, I'm just wearing myself out 
My heart's still shaking
White breath escapes in a sigh 
I can't even remember your warmth
Worn out searching for an answer that shouldn't even be given,
I fall asleep again today

Because I can't forget Because I can't forget

by Arashi (Sayonara no Ato de)

from http://yarukizero.livejournal.com/159529.html

\

Kamis, 23 Oktober 2014

Lagu untuk Tanggal Ke-20825


Aku kaget.

Baru pertama kali aku memikirkanmu sampai seperti ini.

Meskipun kita keluarga, apa  karna itu?

Terlalu wajar ya?


“Itu jadinya begini”, “itu gimana jadinya?”,

Jangan berpikir terlalu susah

Kau harus sering tertawa dengan keras


Aku ini, anakmu, dan..

Kau adalah orangtuaku

Mungkin ini kebetulan,

Tapi itu cukup sebagai satu-satunya yang membuatku bangga

Aku tidak mengatakannya,

Karna aku malu

Tapi itulah yang kupikirkan


Belakangan ini ubanmu semakin keliatan banyak,

Bukankah sudah cukup?


“Kau selalu hidup demi orang lain selama ini,

Makanya sekarang kau akan hidup melakukan apa pun yang kau suka..”,

Mustahil ya?

Karna kau terlalu baik


Kenapa ya?

Aku tak bisa menulisnya dengan dramatis

Benar-benar terlalu biasa

Tapi begitulah kita ya

Sampai sekarang pun, selanjutnya pun, seterusnya..

Tak apa ayo terus tetap begini

Seperti biasanya kita rasakan


Kalau kita terus berjalan seperti ini,

Suatu saat pasti saatnya akan datang juga ya


Kalau, aku ada di posisimu, bagaimana rasanya ya?

Saat itu, yang aku mulai mengerti adalah penyesalan,

Betapa hebatnya dirimu


Makanya, mungkin aku tak akan mengatakannya

Nenek adalah orang yang hebat

Benar-benar menyesal,

Tapi terima kasih


By Ninomiya Kazunari


ORION


Yang menangis itu aku

Karna kau bilang, “tidak memperlihatkan kelemahan bukan berarti kuat”

Aku percaya


Di jalan pulang napasku semakin dingin

Bintang hanya bergoyang-goyang


Bahkan kehangatan samar yang selalu kupastikan,

Kelihatannya sudah kulupakan


Baru pertama kali aku menyadari sekarang

Bahwa aku bisa suka pada orang lain


Yang menangis itu aku

Aku memandang lekat konstelasi bintang musim dingin yang saling terhubung

Supaya tidak hilang di langit ini

Aku percaya


Aku berharap kedua tanganku yang membeku kedinginan tidak terlepas darimu

Sampai kapan pun aku ingin terus menyentuhnya


Walaupun aku terus mengulang-ulang kata-kata yang ingin kusampaikan

Tetap saja itu tidak bisa kusuarakan


Kita menertawai hal-hal konyol

Dengan lembut aku merangkulmu


Aku menghitung bintang jatuh

Keajaiban bertemu denganmu, sekarang,

Mengajarkanku arti hidup

Aku percaya


Yang menangis itu aku

Karna kau mengatakan, “tidak memperlihatkan kelemahan bukan berarti kuat”,

Aku percaya


Karna kau mengatakannya,

Aku percaya


By Nakashima Mika


Burung yang Tak Bisa Terbang


Yang ada di sini adalah angin,

Serta kau dan bunyi kota

Meskipun itu cukup membuatku bersyukur,

Suara musim gugur yang cepat berubah lalu akan menjadi jeritan

Sesungguhnya aku ingin bersama denganmu sebentar lagi saja


Dengarlah suara nyanyian burung-burung yang lupa caranya terbang


Langit yang kita pandangi pastilah biru

Cobalah lihat, kita sungguh kecil

Aku akan melanjutkan perjalanan lagi dengan membawa kata-kata lembut darimu


Belakangan ini dunia yang dibangun merupakan respon dari kesedihan dan kekecewaan

Entah bagaimana kelihatan transparan dan aku membencinya

Demi berjalan dan tertawa bersamamu,

Aku tidak lagi takut untuk mulai mnegetahui semuanya


Ayo kita mulai sambil mencari suara langkah yang mantap di balik segala perbedaan


Matahari pagi terbit dari balik rel

Terlihat warna celupan oren yang cerah

Aku belum juga menemukan jawaban yang jelas,

Seperti burung yang tak bisa terbang


Zaman mulai berubah..

Aku tak perduli meskipun tak sesuai lagi


Langit yang kita pandangi pastilah biru

Cobalah lihat, kita sungguh kecil

Aku akan melanjutkan perjalanan lagi dengan membawa kata-kata lembut darimu


Seperti burung yang tak bisa terbang


by Yuzu

Sabtu, 28 September 2013

Masa lalu (Jejak)

(Kako ~ konseki)
 by Ninomiya Kazunari

Tak kan hilang, tak kan hilang, jejak hujan awal musim panas
(kienu kienu, samidare no ato)
 Jejak air mata tak akan kering
(kawakanu namida no ato)
Tak terhapus, tak terhapus, bayangan orang tercinta yang muncul di malam yang gelap
(kesenu kesenu yamiyo ni ukabu Itoshiki hito no kage)

 Aku berjalan di tepian sungai di kala matahari terbenam
(yuuyake kawara o aruiteru)
Seiring tersenyum bersamamu
(kimi to issho ni egao tsurete)
“Makan malam hari ini sebaiknya apa ya?”
(kyou no bangohan nani shiyou?)
Kecil, kebahagiaan biasa yang sangat kecil
(Chiisana, sugoku chiisana futsuu no shiawase)

Kau sudah mati, kau hidup menembus hatiku
(shindeitta, anata wa boku no kokoro ni shimite ikita)

Meskipun aku mencintai orang lain
(hoka no hito o aishitemo)
Dia bukan siapa-siapa selain orang lain
(hoka no hito de shika arimasen)
Meskipun betapa seringnya musim yang berbunyi kulewati
(ikudo to naku kisetsu mataidemo)
Sesungguhnya ketika berpisah aku takut akan kehilangan
(hontou wa hanarete wa kieru no ga kowakute)

 Memandang bunga violet, bunga ini indah
(sumire o mitsume, kono hana kirei)
Tapi suatu saat akan layu ya..
(demo itsuka wa kareru no ne..)
Kala waktu (senja) semakin gelap dan (cahayanya) berbaur menjadi permata,
(toki wa yuugure shu ni majiwaru to)
Menyisakan kita berdua di atas permukaan air
(minamo ni futari nokoshite)

Bayangan menumpuk bayangan
(kage wa kage o kasanete)
Aku takut akan menjadi satu
(hitotsu ni naru no o osorete)
Saat aku terlambat menyadarinya
(kizuku no ga ososhi to)
Aku sendiri di atas permukaan air
(minamo ni hitori)

 Benih hati yang kukubur hari itu,
(ano hi umeta kokoro no tane wa)
Telah berkecambah lebih dari 20 hari
(hatsuka sugi mebukimashita)
Cinta yang tak kan berubah, meski rupa dan bentuknya berbeda
(sugata katachi chigaedo kawaranu ai)
Cahaya yang lembut (yasashii hikari)



by Ninomiya Kazunari




Sabtu, 12 Januari 2013

Butiran Salju


Musim ketika butiran salju menari-nari selalu bertatapan
Meskipun bercampur dalam kerumunan orang, kita melihat langit yang sama
Kita seperti membeku ketika dihembuskan oleh angin

Aku mungkin tidak mengetahui semuanya tentangmu
Meski begitu, hatiku telah menemukanmu dari ratusan juta orang
Meski tak ada bukti, aku telah berpikir dengan serius (tentang itu)

Kita tidak mungkin hidup di saat yang sama tanpa satu pun pertengkaran
Jika kita tidak bisa menjadi jujur,
Kebahagiaan maupun kesedihan yang kita rasa hanyalah sia-sia

Jika butiran salju mengubur hati kita sampai memutih,
Akankah kita bisa membagi kesepian kita (berdua)?

Aku mendekatkan telingaku di hatimu
Aku ingin turun sampai aku tiba di hatimu yang terdalam, tempatku mendengar suara itu
Dan akan ku temui dirimu di sana sekali lagi

Meskipun kita ingin memahami satu sama lain,
Aku lah yang telah meraba permukaannya
Hanya dengan menggenggam erat tanganmu yang membeku,
Kita telah terhubung satu sama lain

Butiran salju sesungguhnya begitu rapuh
Meskipun di depan keabadian dia tetap menyelimuti aspal yang kasar itu

Butiran salju yang tak bersandar pada waktu pun menggoncangkan hati kita
Meski begitu, aku ingin tetap melindungi dirimu

Butiran salju mengubur hati kita sampai memutih
Membungkus kesepian kita (berdua) setelah menghilang di langit

Konayuki
Konayuki mau kisetsu wa itsumo surechigai
Hitogomi ni magiretemo onaji sora miteru no ni
Kaze ni fukarete nita youni kogoeru no ni

Boku wa kimi no subete nado shitte wa inai darou
Soredemo ichiokunin kara kimi o mitsuketa yo
Konkyo wa nai kedo honki de omotterunda

Sasai na iiaimo nakute onaji jikan o ikite nado ikenai
Sunao ni narenai nara yorokobi mo kanashimi mo munashii dake

Konayuki nee kokoro made shiroku somerareta nara
Futari no kodoku o wakeau koto ga dekita no kai

Boku wa kimi no kokoro ni mimi o oshiatete
Sono koe ga suru hou e sutto fukaku made
Orite yukitai soko de mou ichido aou

Wakariaitai nante
Uwabe o nadeteita no wa boku no hou
Kimi no kajikanda te mo nigirishimeru koto dake de
Tsunagatteta no ni

Konayuki nee eien no mae ni amari ni moroku
Zaratsuku ASUFARUTO (asphalt) no ue shimi ni natte yuku yo

Konayuki nee toki ni tayorinaku kokoro wa yureru
Soredemo boku wa kimi no koto mamori tsuzuketai

Konayuki nee kokoro made shiroku somerareta nara
Futari no kodoku o tsutsunde sora ni kaesu kara




By Remioromen


Minggu, 08 April 2012

Langit Tak Berujung

Hari-hariku dipenuhi lumpur,
Tapi kini tidak akan kucemaskan
Aku sangat kagok,
Tapi ada mimpi di dalam hatiku yang aku bersumpah akan ku penuhi

Bintang-bintang yang berkelap-kelip di luar jangkauan,
Seakan bisa menyentuhnya, dengan perlahan aku mengucapkan keinginan
Karena hatiku penuh dengan harapan yang kembali ada
Aku hanya akan mengejarnya

"Ada langit yang tak berujung diluar sana",
Suara yang penuh keyakinan terdengar sekarang
Haruskah aku mengubah diriku yang tidak bisa terbang?
Aku akan bergerak, berkali-kali pun, berulang-ulang
Dengan segala kekuatan

Daripada setumpuk alasan,
Mari kita coba percaya pada kenyataan
Daripada kebahagiaan yang penuh kebohongan,
Mari tersenyum dengan jujur

Jika jatuh satu bintang lagi,
Akan Kuulurkan tangan untuk menangkapnya
Karena masa depan yang cerah akan berlanjut dimanapun
Aku hanya akan memastikannya

"Tak ada hal yang tak bisa kau lihat",
Lagu yang penuh keyakinan terdengar sekarang
Harapan yang tak terhapuskan ada disini, kapan pun
Ayo berdiri sekali lagi, dengan kuat

Jika jejak air mataku mengering
Akan kupanggil kau lagi
Jawablah, dan menuju esok yang belum pernah kita lihat
Aku menyadari, aku tidak sendirian
Bersama, mari menuju pintu yang bersinar itu

"Ada langit yang tak berujung di sana",
Suara yang penuh keyakinan terdengar sekarang
Haruskah aku mengubah diriku yang tidak bisa terbang?
Aku akan bergerak berkali-kali pun, berulang-ulang

"Tak ada hal yang tak bisa kau lihat",
Lagu yang penuh keyakinan terdengar sekarang
Harapan yang tak terhapuskan ada disini, kapan pun
Ayo berdiri sekali lagi, dengan segala kekuatan

by Arashi

Minggu, 04 September 2011

One Light

Ringan memutar kebenaran,
Tetap berbohong
Membohongi sendiri hatiku yang kesepian

Harapan samar di hati
Dan ku angkat tangan ini,
Menodai indahnya langit biru

Emosi tak tersampaikan, air mata yang jatuh
Jika dapat diampuni, akan kurebut cahaya....

Menyembunyikan kesedihanku,
Tersesat kebingungan di dunia ini
Dimana bunga yg layu oleh cinta?
Ah, kupeluk mimpi...

Menyembunyikan kebenaran,
Hati itu masih ragu tak berujung
Cahaya yang ingin kita cari itu,
Akankah memberi sinarnya?

Sumpah kuat dalam hati
Melangkah menuju kegelapan
Meninggalkan hati orang-orang

Senyum yang saling kita lemparkan
Terlihat dalam bayang-bayang kelam masa lalu

Emosi tak tersampaikan, air mata yg jatuh
Seandainya terpenuhi keinginanku,
Akan kucari di dalammu, cahaya....

Menyembunyikan kesedihan
Belenggu pusaran nasib gelap ini,
Jika harus hidup seperti ini,
Tak apa, satu kali saja
Ah, tunjukkanku mimpi...

Menyembunyikan kebenaran
Kan kuhentikan cerita tak berujung ini,
secepatnya saat ini
Tapi seandainya selesai,
Kuharap jadi sedikit lebih nyaman...

Ah, Jika ku mengharap akan sesuatu
Ku panggil rasa cinta itu di langit yang jauh..
Ah, jika sesuatunya tersembunyikan

Setelah kebingungan ini,
Kan kucari jalan....

by Takizawa Hideaki (hikari hitotsu)


Sabtu, 03 September 2011

FEEL MY SOUL

Aku sudah lelah menangis
Tidak ada tempat bagiku untuk bertanya
Meskipun aku tersesat dan terjatuh, aku tidak boleh diam saja

Senyum yang kau berikan, air mata yang jatuh
menyentuh luka yang dalam di hatiku, membuatnya hilang

Aku merasakan jiwaku membawaku di jalanmu
Ya, satu hal yang setiap orang selalu mencarinya

Itu bukan sekedar kebetulan
Bukan pula cinta yang palsu
Kau baik..baik-baik saja...
kau baik-baik saja, bocah yang ketakutan... :)

Entah kenapa terus berulang
Bagaimanapun jangan pergi
Bisikanmu seperti suara yang merdu

Aku merasakan jiwaku membawaku ke jalanmu
Aku sudah tidak akan berbalik lagi
Sekarang aku ingin melakukannya dengan tanganku sendiri

Rasa sakit selalu terasa sederhana
Aku ingin mengerti makna kehidupan
Kau baik...baik-baik saja
kau baik-baik saja, bocah yang ketakutan... :)

Kalimat yang dengan lembut kau bisikkan, kau katakan itu
mulai berjalan, jalannya terbuka lebar hingga kau merasa tak dapat melihatnya

Aku merasakan jiwaku membawaku ke jalanmu
Benar, aku akan terus berjuang

Aku dapat terus berjalan seperti ini
Bukan sekedar kebetulan
Juga bukan mimpi biasa
Kau baik. Baik-baik saja
Kau baik. Baik-baik saja, bocah yang ketakutan.....

by YUI