Sabtu, 03 September 2011

FEEL MY SOUL

Aku sudah lelah menangis
Tidak ada tempat bagiku untuk bertanya
Meskipun aku tersesat dan terjatuh, aku tidak boleh diam saja

Senyum yang kau berikan, air mata yang jatuh
menyentuh luka yang dalam di hatiku, membuatnya hilang

Aku merasakan jiwaku membawaku di jalanmu
Ya, satu hal yang setiap orang selalu mencarinya

Itu bukan sekedar kebetulan
Bukan pula cinta yang palsu
Kau baik..baik-baik saja...
kau baik-baik saja, bocah yang ketakutan... :)

Entah kenapa terus berulang
Bagaimanapun jangan pergi
Bisikanmu seperti suara yang merdu

Aku merasakan jiwaku membawaku ke jalanmu
Aku sudah tidak akan berbalik lagi
Sekarang aku ingin melakukannya dengan tanganku sendiri

Rasa sakit selalu terasa sederhana
Aku ingin mengerti makna kehidupan
Kau baik...baik-baik saja
kau baik-baik saja, bocah yang ketakutan... :)

Kalimat yang dengan lembut kau bisikkan, kau katakan itu
mulai berjalan, jalannya terbuka lebar hingga kau merasa tak dapat melihatnya

Aku merasakan jiwaku membawaku ke jalanmu
Benar, aku akan terus berjuang

Aku dapat terus berjalan seperti ini
Bukan sekedar kebetulan
Juga bukan mimpi biasa
Kau baik. Baik-baik saja
Kau baik. Baik-baik saja, bocah yang ketakutan.....

by YUI


Kamis, 01 September 2011

An Insane Girl "i have killed him in my mind!"


Ku kisahkan padamu sebuah cerita tentang seorang gadis yang memaksa dirinya menjadi gila.

Kau tau, gadis ini terobsesi dengan segala hal yang membuat orang lain kesakitan dan menderita. Ia senang ketika ia bisa menjadi penyebab luka orang lain. Baginya ada sensasi tersendiri yang menggetarkan kulit-kulitnya ketika melihat “mereka” menderita.

Satu hari di tengah kebosanannya dengan segala praktek-praktek kehidupan, datanglah seseorang yang tersenyum padanya dengan senyuman yang sangat dibencinya. Terpikir olehnya ingin merobek mulut orang itu. Orang itu kemudian mengajarinya banyak hal yang membuatnya muak, formalitas dunia dengan segala kepalsuannya. Gadis itu berteriak dalam hatinya, “hey bodoh, dunia ini Cuma mimpi, betapa bodohnya kau!”

Ketika gadis ini melakukan langkah yang salah, seseorang itu memakinya dengan segala tuduhan yang tidak penting bagi gadis ini untuk didengarkan. Gadis yang keheranan ini merasa sangat muak dengan orang ini.

Semalaman gadis yang kesepian ini mengasah pedangnya yang lama tak digunakan, yang sudah penuh debu. Ia berbisik, “pagi ini akan kubuat kau mengingat setiap cabikanku seumur hidupmu”

‘Lambat, ia masuk ke rumah ke rumah orang itu. Gadis ini menatapnya dengan ekspresi dingin, sedangkan orang itu bertanya basa-basi. Hhaaaah memuakkan, sungguh pikir gadis itu. Orang itu berbalik dari tempatnya untuk menyajikan minuman bagi si gadis. Tapi ini adalah kesempatan bagi gadis itu untuk mencoba pedang lamanya. Dengan cepat, satu tebasan pedang memisahkan antara kepala dengan tubuh orang itu. “Yea, I m a killer!”, ucap si gadis. Ia tatap darah yang keluar deras dari leher yang telah berpisah dengan kepalanya itu. Dan ia tenggelam dalam sensasi mariyuana yang tak terbayangkan sebelumnya. “I m a king of my world”’

Pagi, ia terbangun dari tidur dengan rasa muak yang belum hilang. Di depannya ia temui, si orang itu dengan senyumnya yang memuakkan. Gadis itu membayangkan darah deras yang mengalir dari leher orang itu. Ia tersenyum pasti, mendorong orang itu menjauh, lalu berjalan dengan angkuh, “I have killed him in my mind and it succeded!”


It's hard for smile!

Aku tidak tau mengapa senyum begitu sulit bagiku saat ini dan saat-saat lainnya. Aku ingin sekali tersenyum bebas, dengan tulus dan sempurna. Tapi sungguh, semuanya begitu sulit, semua begitu sulit.

Senyum itu sedekah yang paling mudah kan? Tersenyum membuat setiap orang yang mendapatkannya merasa hangat. Aku tau! Tapi aku bukanlah seorang aktris professional yang dengan mudahnya tersenyum seolah-olah aku baik-baik saja.

Kau mungkin memaksaku, tersenyumlah pada mereka dengan tulus maka bebanmu akan terangkat. Ajarilah aku bagaimana caranya! Karna aku terlalu angkuh bagi siapapun!

Kau mungkin melihatku tersenyum dengan mudahnya di satu momen yang langka atau jarang, tapi beberapa menit kemudian tiba-tiba aku begitu murung. Aku memang tak dapat dijelaskan. Aku tak mampu mendalami keangkuhan yang merajaiku. Pun terlalu angkuh bagiku untuk meninggalkannya. Maka jangan pernah merasa kau mampu memahamiku, karna ucapanmu ku anggap tak lebih daripada omong kosong!

Senyum? Aaaaahhh……. Aku juga berharap aku mampu melakukan sandiwara sebaik mungkin untuk membuat orang lain bahagia. Kenapa aku begitu lemahnya, aku hanya amatiran di dunia ini. Oh Darwin, teori evolusimu memang benar dalam kasus ini!

Percuma, kau membawaku ke satu tempat, berbicara padaku mengenai hal-hal menyenangkan untuk membuatku lepas dari semua ikatan yang menyiksa ini. Kawan, tinggalkanlah aku sendiri, aku tidak nyaman diperlakukan seperti yang lain mengkhawatirkan temannya. Ya! Aku aneh. Tebakanmu benar. Orang menyebalkan yang egois yang sulit memahami orang lain, keras kepala.

Doakan saja agar aku mampu bertahan di sisa kehidupanku ini. Agar aku mampu belajar tersenyum di atas semua luka. Agar aku mampu membahagiakanmu. Karna aku ingin sekali melakukannya.


Satu

Lebih dari sejuta kekhawatiran memenuhi pikiranku. Kekhawatiran yang tak mampu kutuliskan menjadi kalimat-kalimat yang mampu kau pahami.

Aku iri padamu, ketika kau mampu bertahan, memyembuhkan diri, menutupi diri dari segala luka dan beban dengan sempurna. Aku sudah berpikir bahwa aku mampu, tapi nyatanya aku tidak mampu. Aku terkejut bahwa ternyata aku serapuh ini, apa yang sebenarnya telah terjadi dalam diriku.
Berjuta-juta kali aku salah, dan berani melakukannya. Kini aku sungguh sadar, setidaknya satu pintu pemahamanku sedikit terbuka, bahwa aku diterjang oleh dosa-dosaku dan aku tak mampu melawan mereka.

Aku bertanya padaMu, bagaimana lagi aku harus bertahan? Haruskah aku diam saja sehingga tak ada satu pun jiwa lagi yang ku sakiti serta agar aku mampu bertahan tanpa menambah luka lagi. Aku membawa semuanya ke dalam neraka. Nerakaku sudah dimulai semenjak di sini.

Air mataku hampir kering. Hatiku telah tertutup dosa. Aku hampir tak mampu lagi merendahkan diri di hadapMu dengan segala keangkuhan yang merajaiku, akulah yang paling hina di sini. Dosa-dosa telah menjadi ringan, ada apa dengan nuraniku?
Aku bukanlah aktris professional yang mampu tersenyum sempurna di atas semua luka. Aku bertanya, bagaimanakah caranya?
Sungguh, air mataku hampir kering, hatiku hampir hitam pekat dan keras membatu. Kau, bawalah aku padaMu, bagaimana lagi aku harus bertahan?
Luka-luka ini memaksa keluar di tengah kesepian, aku hampir mati. Bagaimana aku bisa selemah ini?
Dunia ini begitu membosankan, kawan. Kau lihat? Aku merindukan dunia yang sempurna, mungkinkah ada? Ya, aku si pemimpi yang hidup dalam khayalanku yang sering lari dari jalan ketika merasa sangat rindu dengan kesendirian.

Aku tak bisa bertahan ketika aku rindu pada sepi. Tapi ketika sepi memaki-makiku hingga lukaku bangkit, dengan siapa lagi aku harus bertahan?

Aku ingin semua cepat selesai. Cepatlah selesai dan selesailah dengan baik. Aku letih, aku benar-benar letih. Tak ada yang mempercayaiku selain Kau di sini. Izinkanlah aku membenci semua hal ini.

Aku sering bermimpi dan meminta ketika aku kecil, agar aku mati di usia belasan. Sebuah kematian yang keren, bagiku. Ya, bagiku yang dipenuhi pikiran-pikiran sempit.

Aku sering ingin menjadi penyembuh dan penolong bagi mereka yang butuh pertolongan dan penyembuhan, tapi sesungguhnya akulah yang butuh disembuhkan dan ditolong. Karna aku sakit.

Pengakuanku telah rusak, basi, kadaluarsa. Janjiku seperti orang munafik. Aku bukanlah orang yang hebat, aku hanya seorang pecundang yang menenggelamkan diri di lautan darah.

Ribuan orang telah kuseret menuju lautan darah, aku dorong jatuh mereka. Mereka yang menusukku dengan pisau tumpul, aku tendang mereka jatuh ke lautan darah yang dalam. Aku kubur semua rasa kemanusiaanku dalam-dalam dan melakukan dosa dengan membohongi hatiku.

Aku tenggelamkan pula diriku ke lautan itu dengan fisik yang babak belur tak mampu dikenali. Inilah aku yang terlalu banyak berkhayal dan tenggelam dalam perasaan takut yang tak mampu dijelaskan.

Senin, 22 Agustus 2011

"Apa" (akar pertanyaan: awal segalanya)

Merasakah dirimu bahwa kita begitu kuat terikat pada dunia materi ini?
Aku merasakannya setiap kali aku menyadari apa yg ku kejar ini membuatku sangat bosan menggenggamnya.

Tidak ada salahnya bagi kita mencetak sebagus-bagusnya nama dan sejarah hidup di dunia. Karna dunia menjadi tempat persinggahan meskipun sementara, maka akan sangat bagus jika kita menang meraih impian di dunia ini.

Kawan, aku juga punya mimpi. Aku ingin punya nama besar yg dikenal seluruh orang di dunia, lalu aku akan berjalan dgn baju kesombongan di atas bumi. Aku ingin punya nama yg disegani, dihormati. Itu saja. Intinya aku tidak ingin menjadi orang-orang biasa di dunia, aku luar biasa, aku di atas orang biasa. Ini keinginanku. Lalu aku ingin menaklukkan dunia di tanganku.

Percaya atau tidak, aku merasa aneh dengan semua ini. Meskipun kugapai setiap pijakan batu menuju atas, aku merasa setiap pijakan ini tidak bermakna.

Kita mungkin punya 1 menit bermakna di satu kegiatan, tapi selebihnya tidak bermakna. Bayangkan, berapa waktu telah kubuang di usiaku yg singkat ini?
Seperti kita makan banyak makanan, tapi hanya sedikit yg bisa terserap di tubuh kita. Apa yg harus kulakukan? Ada sesuatu yg salah.

Aku mencoba berpikir kembali tapi sayangnya aku tidak punya keberanian lebih menyimpulkannya.

Pertanyaan mendasar yg kuajukan padaku, apa yg kamu mau? (Pertanyaan ini juga yg dilatih di training ESQ dan pertanyaan ini duduk manis di pikiranku sejak lama namun tidak juga kujawab ia).

Jika ujung dari kehidupan dunia ini adalah kematian, yg kumau adalah mati dengan tenang. Lantas, bagaimana aku bisa mati dengan tenang? Jadilah seperti bunga sakura, yg dalam hidupnya yg sangat singkat itu, ia mampu memberi keindahan pada setiap orang yg melihatnya.

Itu benar. Jika hidup memang hakikatnya seperti itu, maka waktuku yg singkat harus kuhabiskan untuk mengabdi pada manusia, memimpin bumi ini dan meninggalkannya dalam keadaan yg lebih baik.

Tapi ternyata, kehidupan dunia ini terkait erat dengan sebuah kehidupan abadi di masa depan. Aku tidak bisa membayangkan, betapa tanpa tujuannya Tuhan menciptakan sebuah kehidupan fana yg begitu penuh rintangan, tapi hanya untuk menjadi seperti bunga sakura yg gugur dan hilang di tanah meninggalkan kesan di hati mereka yg juga akan hilang dari kehidupan!
Ada yg aneh dengan semua ini. Ada sebuah potongan yg belum ditemukan untuk melengkapi teka-teki ini.

Sebuah kehidupan masa depan, kehidupan yg abadi. Mengapa mesti ada dan untuk apa kita terus menjalani kehidupan itu? Kehidupan yg tak ada ujungnya cenderung tak bertujuan. Itu benar. Tujuan adalah sebuah titik perhentian dari suatu perjalanan. Maka perjalanan yg abadi tidak bertujuan.

Lalu, dimana makna hubungan erat kehidupan fana dengan kehidupan abadi? Apakah tujuan kita jika bukan sekedar mati dengan tenang? Apa mau kita?

Pencarian ini terhenti disini untuk sementara. Aku tak mampu menemukan jawabannya tanpa melihat dasar permasalahannya. Penelusuran ini akan menyita pikiran, memaksanya dengan keras.

Apakah kau akan menyerah begitu saja menemukan jawabannya? Aku tidak.

Apa mau kita, bukanlah akar dari setiap cabang pertanyaan lainnya. Itu adalah salah satu dari cabang pohon pertanyaan yg tingginya menembus langit ketujuh.

Hidup. Ya. Hidup adalah dasar mengapa kita akhirnya berteman, beragama, mengenalNya. Tanpa hidup, tak mampu kita mensyukuri nikmat iman. Maka sadarlah, nikmat yg paling penting disyukuri adalah nikmat kehidupan. Karna jika kita adalah sesuatu yg tidak tersebut, kita tidaklah tau kata "apa".

Apa itu hidup? Aku tidak yakin, ini akar setiap pertanyaan. Tapi jawablah saja. Menurutmu apa jawabannya? Tentu saja beragam. Tapi pasti hanya satu yg tepat. Dan aku tidak tau apa.

Sebelum kita lanjutkan, ada baiknya kita mengambil topik lain sebentar. Ini tentang manusia. Sebagian besar dari kita mungkin akan berpikir seperti ini, "wah serius sekali dia memandang hidup ini. Padahal kan tinggal dijalani aja apa susahnya. Buat apa kita nyari-nyari tujuannya capek-capek. Nanti juga nyampe sendiri ke tujuan. Daripada ngeladenin penasaran kita yg ga ada ujungnya. Salah-salah, malah kita yg salah jawab. Jawabannya cuma Tuhan yg tau kok. Tinggal ngikutin apa yg diajarin agama aja, gampang. Tinggal nikmatin aja hidup ini, buat itu juga kita diciptakan". Begitulah. Kesimpulannya sebagian besar kita berpikir bahwa hidup ini adalah untuk dinikmati selagi bisa. Ditambah beribadah, supaya seimbang. Hanya karna tidak ingin melewatkan kenikmatan, kita berpaling dari pertanyaan yg datang dari kedalaman hati.

Kawan, pertanyaan semacam itu datang dari kedalaman hati. Hati yg pernah bersaksi tentang keesaanNya di hadapanNya langsung. Mengapa kita berpaling?

Mari kita lanjutkan penelusuran tentang apa itu hidup. Ini terlalu sulit. Pikiranku buntu. Ini bukan awal. Masih ada pertanyaan yg jauh lebih penting dari ini.

Aku berpikir, jika kita mencari awal setiap pertanyaan, mengapa kita tidak bertanya soal awal dari segalanya? Ah, itu benar. Apakah awal dari segalanya?

Pertanyaan ini akan membawa kita jauh ke masa lalu, ketika segalanya berawal. Apa maksud dari segala? Segala di sini adalah semua yg ada, ya dengan kata lain "semesta alam".

Kita terbang jauh ke pemikiran para kosmolog. Lihat, betapa bermaknanya mempelajari kosmologi. Kita bisa mencari tau dengan khusyuk tentang awal dari segalanya, tentang akar dari pohon tertinggi yg pernah ada. Aku pernah bercita-cita menjadi seorang kosmolog. Menjadi kosmolog adalah sebuah pencapaian keinginan yg sangat tinggi bagiku.

Awal semesta alam. Kita pasti pernah mendengar teori statis alam semesta. Teori yg diakui Einstein sebagai teori yg terbodoh yg pernah dianutnya. Teori ini sudah dilibas habis oleh bigbang. Penelitian termutakhir menjelaskan bahwa alam ini terus mengembang seperti balon yg terus ditiup dari titik yg tiada hingga pecah dan hilang. Ini artinya segalanya bermula dan berakhir.

Kita tidak akan bicara mengenai akhir, kita akan bicara mengenai awal terlebih dahulu.

Awal dari objek yg mengembang ini begitu menakutkan. Bayangkan saja dirimu adalah seorang kosmolog atau astronom yg sedang meneliti alam semesta, kemudian kau menemukan bahwa setiap hari jarak antar bintang bertambah, setiap hari bulan menjauhi bumi, bumi menjauhi matahari. Apa yg akan terjadi nanti? Dan darimana mula perluasan ini? Ikuti aku kawan. Segalanya bermula dari satu titik! Titik yg entah darimana awalnya tapi mampu menciptakan alam tak terbatas.

Tinta Tuhan. Sebuah tinta yg awalannya titik mampu menuliskan beribu-ribu kata dengan jutaan makna. Ingat ini teman. Semua berawal dari tinta Tuhan yg jatuh ke ruang hampa. Tuhanlah awal dari semesta alam dan Dia bukan bagian dari semesta alam. Karna alam adalah tulisanNya.

Kita telah menemukan jawaban dari akar pertanyaan kita. Apa awal dari segala? Jawabnya adalah Tuhan. Tuhan menumpahkan satu titik tintaNya ke ruang hampa yg kemudian menghasilkan tulisan tak terbatas penyebutannya dengan makna yg juga tak terbatas.

Tuhan adalah jawaban pertama kita. Maka bersiaplah untuk pencarian selanjutnya.