Selasa, 03 Juli 2012

Departure

Kamu tau?
Kehidupan di dunia tak bisa terulang lagi.
Sejarah yang terukir dalam tak kan terubah, kita tak kan kembali.
Karena itu, belajarlah, dan cintailah dengan biasa, namun tulus.
Kau tak kan bertemu dia yang sudah pergi dari dunia di dunia ini lagi.
Tak perlu kau lupakan kenangan bersamanya.
Kenangan itu adalah kehidupannya yang tersisa di dunia ini.
Orang akan pergi, semoga kenangan bertahan lebih lama.

Daun jatuh di musim gugur, hidupnya akan digantikan daun lain.
Kamu tau?
Kepergian dari dunia adalah keniscayaan.
Namun cinta membuatnya tak lagi jadi biasa.
Mungkin bukan tersenyum, tapi menangis.
Karna merasa kehilangan.
Tidak ada yang hilang sesungguhnya,
kenangan itu tidak ada yang hilang.
Lupakanlah sejenak dunia ini,
dan sadari, tak lama lagi waktu keberangkatanmu datang.
Sampai saat itu tiba,
galilah ingatan itu setiap mereka berangkat mendahuluimu.
Kita akan bertemu lagi,
di suatu tempat yang lebih nyata.
Kini, biarkan ia berjuang mempertanggungjawabkan hidup dunianya pada Tuhan maha Adil.
Simpanlah kenanganmu,
sampai waktu keberangkatanmu datang..
Namun jangan pernah kau lupakan pesan sahabat baikmu,
tak ada waktu untuk terlalu banyak tertawa di dunia ini.
Jadwal keberangkatanmu sudah ditetapkan.
Kamu akan segera berangkat.
Jangan menangis lagi,
persiapkanlah keberangkatanmu..
Agar kala harinya tiba, kau berangkat tanpa beban dengan senyuman..

Jumat, 25 Mei 2012

サヨウナラ

Setiap luka yang didapat di atas fisik kita punya kemungkinan untuk pulih dan disembuhkan.
Aku tak pernah separah mereka.
Aku bahkan tak pernah masuk rumah sakit.
Aku sudah lupa bagaimana rasanya jarum suntik.
Sepahit apakah obat.
Meski begitu, sedikit saja aku sakit,
deritanya membebaniku lebih dari kenyataannya.

Lebih dari 20 tahun aku berdiri di atas dunia ini.
Terbiasa menjadi anak lemah.
Berpuluh pedang tak terlihat menembus hati.
Hatiku yang rapuh, lemah.
Dia bilang, "jangan khawatir, bukankah kamu orang yang kuat?"
Apa aku terbiasa menyembunyikan sakit?

Luka pada fisik, mungkin disembuhkan.
Tapi luka pada hati, tak bisa hilang.
Meski kita menyembunyikannya dengan senyum.
Meski kita menghindarinya.
Itu tetap membekas.
Menyisakan lubang-lubang baru di hati.

Sekuat apapun kita berusaha menyembunyikan luka di hati,
semakin kita menyadari bahwa ia tak bisa hilang.
Tuhan membiarkannya ada,
agar kita semakin mampu memahami luka orang lain.

Untuk bertahan hidup,
meski luka perlu disembunyikan dengan keangkuhan,
dan tetap berpura-pura kuat,
luka-luka orang lain jadi mampu dirasakan, semakin jelas..
Lalu, kita akan mulai menangis untuk orang lain dan untuk diri sendiri,
seakan kita begitu lemah dan terlalu mudah menangis.
Di sisi lain, keangkuhan kita pertunjukkan,
demi menutupi sisi rapuh kita.
Bukankah aku perlu bertahan untuk tidak selalu terlihat lemah?
Untuk membuat mereka yang kita cintai bisa berdiri dengan bangga karna kita,
yang diperlukan adalah menajamkan kekuatan kita,
dan membiarkan luka ini tetap ada membayangi setiap langkah kita.

"perpisahan adalah keniscayaan. Tuhan membuatnya ada, agar kita semakin kuat menjalani hidup di masa depan"

"Jika kita selalu fokus pada kekurangan, kapan kita bisa berdiri dengan bangga sebagai diri kita sendiri?"


Selasa, 22 Mei 2012

---

Jika kau sudah menyukai seseorang,
Tidak peduli segendut apa, sekurus apa, sejelek apapun penampilannya, seburuk apapun tingkahnya,
Kau menyukainya.
Karna dia adalah dia.
---

Aku tak tau, Pantaskah aku memintamu layaknya dulu aku meminta?
Sudah sejauh ini aku pergi,
Tak tau mesti bagaimana aku kembali.
Sudah sesesat apa aku?
Sepanjang apakah baju kesombongan ini?
Apakah aku masih tersadar?
Aku tak tau.
Aku tenggelam dalam buih-buih dunia.
Apakah aku berharap?
Tak tau.
Dengan siapa aku bergantung?
Tentu padamu.
Tapi apakah aku sadar?
---

Kita tertawa.
Lepas, tanpa beban.
Seperti dunia lapang terasa.
Kemudian kita menangis, meratapi masalah.
Seperti kitalah paling menderita.
Kita marah, kecewa, bingung, depresi.
Segala macam rasa diaduk tak tentu kemana.
Tak ada yg mampu berpaling dari perasaannya.
Grafik rasa dan iman seperti detak jantung yg hangat tiap detiknya.
Dalam pusaran waktu, bukti kita hidup tergores dalam warna sejarah.
Lalu, Apa yg mesti kita lakukan jika segala rasa yg dibolak-balik tak mampu kita palingkan?

Sabtu, 19 Mei 2012

"Topeng"

Kenapa manusia tidak bosan gunakan topengnya?
Lepas, pakai, lepas, pakai lagi.
Tenggelam dalam derita tak disadari.
Mungkinkah wajah pun telah begitu suram?
Mengerikan.

Mengapa manusia tidak bisa menerima orang lain apa adanya?
Sumpah serapah dalam ayat lagu, puisi, syair.
Omong kosong!
Benarkah kau bisa menerimaku utuh apa adanya?
Meski manusia saling beda.

Mengapa manusia menuntut sama?
Mengapa manusia ingin cari kepuasan dari orang lain?
Mengapa kita harus tertekan demi hidup di tengah manusia?
What the hell!

Mengapa manusia suka memakai topeng?
Mengapa manusia tidak bisa saling menerima apa adanya?

Di saat aku mencintaimu,
Aku mencintaimu dari sebelum aku mengenalmu,
Seterusnya,  
Bahkan saat aku tak mampu mengenalimu lagi.
Tanpa topeng.
Tapi, kita meracuni cinta dengan topeng.
Tak ada yang tau mana cinta yang abadi untuk manusia.
Damn!

Mengapa manusia memakai topeng?
Mengapa manusia menyembunyikan wajah aslinya dari orang lain?
Mengapa manusia tak bisa saling menerima apa adanya?
Mengapa manusia membohongi dirinya sendiri?

Jumat, 18 Mei 2012

11.02 PM


Satu jiwa pulang menuju janji Tuhannya.
Di hari yang basah, penuh sesal terus meyakini takdir.
Aku penuh ketakutan, bagaimana aku akan menggunakan kesempatan hidup?
Mengapa? Tak ada yang terjadi dalam diriku ketika itu?
Mengapa aku tak merasa apapun?