Sabtu, 28 April 2018

a Note to God

“Stop teasing me, god. I just wanted to be your servant. Now, i am tired. I do not want to do that anymore. Did you take it all from me? Give me back again. I need it. I need a prison. I just cannot stand wandering around like i do not have a home to stay. Give me back my old self. I need a prison. You know, stop teasing me. You know I love you and you love me. I just want to be your servant. You are my God, and I swear I am my own god.”


Kamis, 26 April 2018

Congrats, me

I am struggling. I am struggling. I have made this far. Congratulation. I need no help. I am strong. Maybe i will stop blabbering fucking shit. I need no one. At least i am living now. Congratulation.

Jumat, 13 April 2018

Aku Hidup

Aku melihat orang-orang menangis di tengah masalah mereka, menggerutu di tengah penat, tertawa-tawa dalam kebahagiaan kecil. 

Aku merasakan panas sengatan matahari dan kelelahan mencambuk sekujur badan. Perutku berbunyi. Aku gelisah dalam kejaran waktu. 

Tiba di rumah, aku bertemu orang-orang yang senyumnya selalu ingin kulihat. Aku berkeluh kesah di depan mereka, marah-marah di depan mereka. Lalu diam. Air membasuh kerongkonganku yang kering, mengalir dalam tubuh. Aku merasakan oksigen masuk ke dalam tubuhku.

Aku hidup.

Rabu, 04 April 2018

empty

"I wanted to write down exactly what i felt but somehow the paper stayed empty and i could not have described any better."

I fucking hate myself to the point that i want to kill her.

Let people judge me and think like they know everything.

This night, i am thinking of dying. I don't know, but i feel like i can not stand it anymore.

I always have nightmares and i always remember it. I have no more, not even myself.

Everyday is boredom, it bores me that i am sick of it. I am worthless, i am fed up.

This ache in my heart, can i bear it any longer?

Maybe i should just going tomorrow. Just trying to get through the day.



Jumat, 30 Maret 2018

!@#$


Hari ini, sepertinya karena banyak hal yang mengganggu bertumpuk di kepalaku, sepertinya sekarang ini semuanya kacau lagi. Aku tidak tau bagaimana lagi aku harus bertahan hidup.

Aku sudah berusaha melewati setiap jalan yang perlu kulewati untuk bisa bertahan hidup, tapi pasti di beberapa tempat aku akan sekarat lagi. Ini berlebihan, kata mereka. Aku benar-benar pecundang. Aku tidak peduli lagi. Aku tidak tahan lagi.

Aku benci semua ini.

Aku hanya ingin mengenal kehidupan, hanya ingin mengenal Tuhan, bertahan hidup hanya untuk itu. Ah, persetan segala macam perlombaan, eksistensi, persetan!

Bagaimana aku harus bertahan hidup jika hampir semua bagian tubuhku sudah penuh luka? Baju besi macam apa lagi yang harus kugunakan? Padahal baju besi semacam apapun, jika rusak, justru akan melukai tubuh penggunanya sama parah atau bahkan lebih parah dibandingkan tanpa menggunakan itu.

Di perjalanan pulang hari ini aku teringat “Distant Sky”, bagaimana jika dunia ini hancur saja? Kalau bisa aku ingin menanamkan bom di bawah tanah, menjadi teroris blablabla. Di perjalanan pulang, aku terus berkhayal, bagaimana caranya menghancurkan dunia yang kubenci ini. Atau bagaimana caranya aku menghilang tanpa meninggalkan jejak apapun untuk dibicarakan.

Jika sudah waktunya, aku bersumpah pada diriku sendiri, aku akan pergi jauh. Aku ingin pergi dari panggung ini.