Jumat, 22 Februari 2013

Apa itu Cinta?


Entah sampai kapan aku akan marah
Sampai kapan menjadi pendendam
Sampai kapan?

Cerita kebahagiaan, senyuman orang-orang
padaku mungkin bertahan hanya sementara
Aku berusaha untuk jadi aku yang sekarang
Entah apa yang membuatku terperangkap dalam lubang macam ini

Cintaku padaNya sudah seperti apa
Aku yang sudah sejenuh ini
Aku yang sudah seapatis ini
Aku yang sudah tak bisa percaya pada bahkan orang yang paling kusayangi,
orang-orang yang paling kusayangi terlihat jenuh dan tak jujur pada dirinya sendiri terhadapku
Aku merasakannya
Aku…
Sebaiknya aku tak mampu merasakan apapun
Sebaiknya aku..

Cerita kebahagiaan, senyuman orang-orang dan diriku sendiri
Tak bertahan lama padaku
Aku terus marah

Meski aku berkata, aku tak mau terlalu percaya lagi pada orang lain
Tapi nyatanya, setiap aku mengenal seseorang,
aku akan mencintainya dengan kadar yang tak sedikit
Lalu ketika aku mulai percaya, kekecewaan datang bertubi
Rasa kesepian mulai menyelubungiku
Aku tak berhak untuk kecewa, aku tak berhak mencintai orang lain
Tuhan, apa itu cinta?
Apa sebaiknya aku tak mencintai?
Atau harga dari cinta adalah nyawa kita sendiri?


meragukan..


Hari rasanya cepat berlalu, 2 minggu serasa sudah 1 bulan
Waktu memang misterius
Aku membacanya di “armagedon”, bahwa kiamat akan ditandai dengan betapa cepatnya waktu berlalu
Jam masih sama, menit dan detiknya juga, tapi waktu benar-benar cepat
Aku bahkan karena itu, merasa ragu dengan apa yang aku lakukan sekarang
Apa gunanya untukku nanti
Dan adakah artinya aku melakukannya sekarang

Aku ragu dengan apa yang aku lakukan sekarang..

Seperti kemarin dan kemarinnya lagi,
hari ini aku masih pusing dan terbebani dengan pikiran tentang kuliah
Rencana apa yang mesti kulakukan untuk kuliah,
dan sejauh apa aku bisa konsistennya

Aku rasanya terus bermain dengan santai, dan belum benar-benar serius
Kapan aku akan benar-benar serius
Kalau bahkan dengan apa yang kulakukan saat ini aku ragu
Mesti kemana lagi aku?
Apakah takdirku adalah terus melarikan diri dari ceritaku,
terus meragukan yang kujalani sekarang,
dan menjadi pecundang..?


Kamis, 21 Februari 2013

Seperti Waktu Berhenti


Kutemui Rima yang sedang tenggelam dalam lantunan lagu dari seorang penyanyi Prancis
Aku tenggelam dalam persepsiku sendiri
Terkadang aku bisa tersenyum pada orang lain,
meski bisa kulihat mata persepsi orang lain memandangku
Entah dengan warna apa
Tapi aku yang sebenarnya bahkan aku tak tau yang mana
Yang tersenyum, marah atau tenggelam dalam dunia kesedihannya sendiri

Sensei hari ini benar-benar menyenangkan
Dan aku tertawa tanpa paksaan
Minggu selanjutnya aku perlu menceritakan tentang keluargaku dengan bahasa Jepang d depan kelas
Aku bingung apa yang mesti kuceritakan
Cerita keluargaku adalah cerita novel yang tak cukup dengan hanya beberapa kalimat!

Ada beberapa pernyataan Ety-sensei yang sangat mengangguku dan sangat berbahaya menurutku
Adalah ketika ia menyamakan tentara perang Jepang di Perang Dunia dengan tentara Islam
Bahwa apapun akan dilakukan demi Tuannya
Islam membela diri, sedangkan Jepang terdoktrin untuk mau melakukan apapun demi kaisar, bahkan yang sadis sekalipun tidak berdosa
Ini bukan Islam, ini adalah yahudi
Jadi mestinya samakan tentara sadis Jepang yang tak takut mati itu pada tentara yahudi!
Meski benar bahwa ada beberapa kesamaan tentara Jepang dengan Islam
Tapi soal kekejaman, Islam tidak pernah dikenal kejam dalam sejarah!

Lalu cerita Ida-sensei di tengah suasana gedung 6 yang gelap karena mati lampu
Benar-benar sensasi yang luar biasa
Tidak seperti sedang kuliah
Anak-anak yang berkurang banyak
Seperti waktu berhenti,
Seperti waktu berhenti..


Rabu, 20 Februari 2013

Hari Rabu


Hari rabu di semester ini memang luar biasa
Setelah sarapan selama hampir 3 jam dengan filsafat,
Siangnya makan siang dengan pemikiran Jepang
Lalu sorenya mentoring dengan kak Hani

Mentoring meski kepala sudah penuh rasanya dengan segala data-data yang sedang diproses,
setidaknya menyejukkan segala kemuakan dengan dosen-dosen “bodoh” segala mata kuliah menarik di semester ini
Semuanya mengajak kita mengkritisi agama
Meski aku pada dasarnya setuju,
Tapi pada akhirnya kesimpulan dari hampir semua dosen tenggelam dalam kesesatan kesombongan akal
Oh, dunia ini dipenuhi “orang-orang pintar” macam itu ya..
Padahal agama adalah pencapaian tertinggi filsafat
Dan Tuhan maha tau, demi Tuhan!

Akhir-akhir ini kami bertiga sering sekali membahas dan mengkritisi pemikiran dosen-dosen pintar itu
Bahwa semua omongan mereka bikin bingung!
Itu benar
Filsuf adalah orang-orang yang bingung, kata Al-Ghazali setelah meninggalkan filsafat
Dan aku sendiri tenggelam dalam lautan kebebasan pikiranku


Jumat, 01 Februari 2013

Melompati Waktu


Apa yang terjadi jika aku benar-benar bisa melompati waktu?
Benar-benar penasaran..
Apakah dunia bisa diajak bermain seperti itu?
Apakah akan ada banyak hal yang aku pelajari dari sana?
Benar-benar..

Andai saja aku bisa melompati waktu!!!
SIALAN!!!!!
APA YANG HILANG BENAR-BENAR MEMBUATKU GILA!

Hanya aku ingin mengukuhkan diri, aku ingin hidup sendiri
Oh, aku benar-benar gila dibuatnya!
Kalau tidak, aku benar-benar tersiksa oleh perasaan ingin membunuh orang lain!